PENGADAAN KOMPOSTER SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH PADA UMKM FITRIN CATERING DI KELURAHAN TURI KOTA BLITAR
Keywords:
sampah organic, komposter pupuk organic, komposAbstract
Pengelolaan sampah merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dari masyarakat, dengan melonjaknya angka jumlah penduduk yang meningkat 32,56 juta penduduk dari tahun 2010 ke tahun 2020 menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, diikuti juga dengan bertambahnya limbah dilihat dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Ditjen PSLB3) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021, yang menyebutkan volume sampah di Indonesia tercatat 68,5 juta ton dan tahun 2022 naik mencapai 70 juta ton. Dengan peningkatan volume sampah yang kemungkinan akan selalu meningkat, alangkah baiknya untuk membantu mengolah limbah yang ada sampah tidak mencemari lingkungan dan dapat dibuang dengan cara yang bernilai. Pengelolaan sampah masyarakat dapat dilakukan dengan pengkomposan yaitu suatu proses merubah atau memanfaatkan sampah sebagai bahan baku untuk produksi kompos. Kompos berasal dari bahan organik seperti sampah, daun, rumput dan bahan sejenis lainnya, bahan organik yang terurai, yang proses penguraiannya dipercepat oleh bantuan manusia. Komposter tersebut diperuntukkan untuk UMKM Fitrin Catering dengan pertimbangan UMKM manakah yang paling tepat penggunaannya pada Kelurahan Turi, Kota Blitar, dengan memberikan informasi berupa sosialisasi dan praktik pembuatan kompos dengan komposter. Komposter dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan pengetahuan tentang pengelolaan sampah melalui pembuatan kompos, sehingga UMKM dapat dengan mandiri memanfaatkan sampah dapur (sampah organik) dan mengurangi timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Laksmi Diana, Dwi Kusuma Wati, Azizah Niken Anggraini, Bagaskara Antaris, Fachry Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





