CERDAS BERPIKIR BERANI BERTANYA: PENDIDIKAN DIALOGIS PAULO FREIRE - SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN LITERASI KRITIS SISWA MTS 08 PINK CIBITUNG KABUPATEN BEKASI
Keywords:
pendidikan dialogis, paulo freire, literasi kritis, MTs pink 08 cibitung, KKMAbstract
Pendidikan tingkat menengah pertama merupakan fase krusial transformasi nalar siswa menuju pemikiran abstrak dan kritis. Namun, realitas pedagogis di lapangan sering kali didominasi oleh metode satu arah (teacher-centered) yang berpotensi membungkam daya bernalar dan memicu underachievement. Fenomena kebiasaan belajar pasif dan rendahnya literasi kritis ini dijumpai pada siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pink 08 Cibitung, Kabupaten Bekasi, tempat siswa cenderung canggung, ragu, dan takut menyampaikan pendapat. Untuk mengatasi krisis kemerdekaan berpikir tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ini menginisiasi program pengabdian bertajuk "Cerdas Berpikir, Berani Bertanya: Pendidikan Dialogis Paulo Freire sebagai Upaya Menumbuhkan Literasi Kritis Siswa MTs Pink 08 Cibitung, Kabupaten Bekasi". Pengabdian ini bertujuan untuk meruntuhkan sekat hierarkis kelas, memicu keaktifan komunikasi, menumbuhkan keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan reflektif, serta meningkatkan daya literasi kritis mereka dalam menyaring informasi dan mengaitkan materi pelajaran dengan realitas sosial. Pendekatan yang digunakan adalah Problem-Posing Education (Pendidikan Hadap-Masalah) melalui metode partisipatif dialogis yang menciptakan ruang belajar aman (safe space) bagi siswa. Melalui interaksi yang emansipatoris dan transformatif ini, siswa tidak hanya diposisikan sebagai objek penerima informasi, tetapi diubah menjadi subjek aktif yang berdaulat atas nalarnya sendiri.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nursin Poneta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





