SEKOLAH DAMAI ANTI-BULLYING: IMPLEMENTASI PROGRAM ANTI-BULLYING OLEH MAHASISWA KKN DI SD DESA MANJUNG KECAMATAN NGAWEN

Authors

  • Nadia Zakia Al Ulya Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Hasna Nabilatin Nahdah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Agus Setiawan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Fitri Nofita Sary Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Sabrina Assyifa Putri Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Nuke Intan Berliana Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Keywords:

Perundungan, Sekolah Dasar, Pendidikan, Karakter, Pengabdian Masyarakat, KKN

Abstract

Perilaku perundungan di jenjang pendidikan dasar menimbulkan dampak merugikan yang bersifat multidimensional, mencakup gangguan kesejahteraan psikologis, penurunan capaian belajar, serta rusaknya iklim sosial antarpeserta didik. Kondisi ini mendorong perlunya intervensi terencana yang bersifat preventif dan menyeluruh. Kelompok KKN 212 menginisiasi program pengabdian "Sekolah Damai Anti-Bullying" yang diselenggarakan di SD Negeri 1 dan 2 Manjung, Klaten, pada 12–14 Juli 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sasaran utama program ini adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang perundungan, menumbuhkan karakter positif, serta mewujudkan ekosistem belajar yang kondusif dan inklusif. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan terstruktur, mencakup penyampaian materi berbasis audiovisual, pemutaran film pendek, diskusi interaktif, pembuatan media refleksi, kuis dengan penguatan positif, pembagian simbol komitmen antikekerasan, serta deklarasi bersama. Evaluasi menunjukkan bahwa program secara nyata meningkatkan penguasaan konsep siswa mengenai esensi, ragam, dan konsekuensi perundungan, di samping memunculkan sikap empati, kepedulian, dan keberanian melaporkan kekerasan. Guru juga mengonfirmasi adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan pengintegrasian pesan antikekerasan dalam kurikulum, optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), penyediaan kanal pelaporan yang aman, pelibatan aktif orang tua, serta pelaksanaan program serupa secara berkala. Dengan demikian, inisiatif ini terbukti sebagai model intervensi dini yang efektif dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas perundungan.

Downloads

Published

2026-09-13

How to Cite

Ulya, N. Z. A. ., Nahdah, H. N. ., Setiawan, A., Sary, F. N. ., Putri, S. A. ., & Berliana, N. I. . (2026). SEKOLAH DAMAI ANTI-BULLYING: IMPLEMENTASI PROGRAM ANTI-BULLYING OLEH MAHASISWA KKN DI SD DESA MANJUNG KECAMATAN NGAWEN. KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 597–606. Retrieved from https://jurnalfkip.samawa-university.ac.id/KARYA_JPM/article/view/1266