MENGHIDUPKAN KEMBALI LITERASI DI KELURAHAN JOMBANG WETAN: PENDEKATAN MULTI-LOKUS MELALUI KOLABORASI PENTAHELIKS

Authors

  • Avianti Permata Yuniar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhammad Daffa Athala Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Meutia Faiza Ammara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Diyah Ayu Safitri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Andaramurti Anindita Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Adam Gilang Pratama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Agung Setya Budi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Alya Nur Huwaidah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Eka Fitriyani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Faisal Hafidz Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Fathur Perdana Zaty Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Irawan Kurnia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Jimmy Ardi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mauldiya Fildzah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhammad Faiq Rabbani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Nurhanifa Nurhanifa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Riskia Nursafitri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Literasi, Kelurahan Jombang Wetan, Membaca Nyaring, Revitalisasi Perpustakaan, Kolaborasi Pentaheliks

Abstract

Kelurahan Jombang Wetan merupakan wilayah pemukiman padat penduduk di Kota Cilegon dengan tingkat kepadatan mencapai 16.206 jiwa/km². Di tengah dinamisnya perkembangan wilayah perkotaan dan tingginya tantangan era digital, minat baca dan pengelolaan fasilitas literasi publik menghadapi tantangan revitalisasi. Artikel ini mengulas strategi dan hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Kelompok 39 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dilaksanakan selama satu bulan (7 Juli – 6 Agustus 2026). Program ini mengusung pendekatan terobosan multi-locus terpadu yang menyasar tiga pilar utama: Perpustakaan Kelurahan Jombang Wetan (hub publik), SDN Cilegon 11 dan SDN Cilegon 05 (lembaga pendidikan formal) dan Rumah Tahsin RT 08 (komunitas keagamaan/non-formal). Metode pelaksanaan berbasis intervensi kualitatif deskriptif meliputi revitalisasi fisik perpustakaan, aktivasi metode membaca interaktif (Read Aloud, Bacakan Saya Buku, diskusi kritis), proyek kreasi berbasis cerita, serta Literasi Kesehatan (PHBS). Kegiatan pendukung seperti Talkshow Literasi Masyarakat, Peringatan Hari Anak Nasional, dan Lokakarya penutupan turut memperkuat keterlibatan warga. Hasil evaluasi menunjukkan ketercapaian target kuantitatif 100% pada seluruh indikator program, perbaikan tata kelola ruang baca, peningkatan keterlibatan anak dan orang tua, serta dukungan penuh dari pemerintah kelurahan. Model pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi pentaheliks antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan media menjadi kunci sukses menghidupkan kembali budaya literasi masyarakat dari tingkat basis.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Yuniar, A. P., Athala, M. D. ., Ammara, M. F. ., Safitri, D. A. ., Anindita, A. ., Pratama, A. G. ., Budi, A. S. ., Huwaidah, A. N. ., Fitriyani, E. ., Hafidz, F. ., Zaty, F. P. ., Kurnia, I. ., Ardi, J. ., Fildzah, M. ., Rabbani, M. F. ., Nurhanifa, N., & Nursafitri, R. . (2026). MENGHIDUPKAN KEMBALI LITERASI DI KELURAHAN JOMBANG WETAN: PENDEKATAN MULTI-LOKUS MELALUI KOLABORASI PENTAHELIKS. KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 749–755. Retrieved from https://jurnalfkip.samawa-university.ac.id/KARYA_JPM/article/view/1193