MENGHIDUPKAN KEMBALI LITERASI DI KELURAHAN JOMBANG WETAN: PENDEKATAN MULTI-LOKUS MELALUI KOLABORASI PENTAHELIKS
Keywords:
Literasi, Kelurahan Jombang Wetan, Membaca Nyaring, Revitalisasi Perpustakaan, Kolaborasi PentaheliksAbstract
Kelurahan Jombang Wetan merupakan wilayah pemukiman padat penduduk di Kota Cilegon dengan tingkat kepadatan mencapai 16.206 jiwa/km². Di tengah dinamisnya perkembangan wilayah perkotaan dan tingginya tantangan era digital, minat baca dan pengelolaan fasilitas literasi publik menghadapi tantangan revitalisasi. Artikel ini mengulas strategi dan hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Kelompok 39 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dilaksanakan selama satu bulan (7 Juli – 6 Agustus 2026). Program ini mengusung pendekatan terobosan multi-locus terpadu yang menyasar tiga pilar utama: Perpustakaan Kelurahan Jombang Wetan (hub publik), SDN Cilegon 11 dan SDN Cilegon 05 (lembaga pendidikan formal) dan Rumah Tahsin RT 08 (komunitas keagamaan/non-formal). Metode pelaksanaan berbasis intervensi kualitatif deskriptif meliputi revitalisasi fisik perpustakaan, aktivasi metode membaca interaktif (Read Aloud, Bacakan Saya Buku, diskusi kritis), proyek kreasi berbasis cerita, serta Literasi Kesehatan (PHBS). Kegiatan pendukung seperti Talkshow Literasi Masyarakat, Peringatan Hari Anak Nasional, dan Lokakarya penutupan turut memperkuat keterlibatan warga. Hasil evaluasi menunjukkan ketercapaian target kuantitatif 100% pada seluruh indikator program, perbaikan tata kelola ruang baca, peningkatan keterlibatan anak dan orang tua, serta dukungan penuh dari pemerintah kelurahan. Model pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi pentaheliks antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan media menjadi kunci sukses menghidupkan kembali budaya literasi masyarakat dari tingkat basis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Avianti Permata Yuniar, Muhammad Daffa Athala, Meutia Faiza Ammara, Diyah Ayu Safitri, Andaramurti Anindita, Adam Gilang Pratama, Agung Setya Budi, Alya Nur Huwaidah, Eka Fitriyani, Faisal Hafidz, Fathur Perdana Zaty, Irawan Kurnia, Jimmy Ardi, Mauldiya Fildzah, Muhammad Faiq Rabbani, Nurhanifa Nurhanifa, Riskia Nursafitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





