ANALISIS BREAK-EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA UMKM TOKO KELONTONG SALSABIL
Keywords:
UMKM, akuntansi manajemen, Break-Even Point, margin kontribusi, perencanaan labaAbstract
Toko Kelontong Salsabil merupakan salah satu usaha mikro sembako di Yogyakarta yang masih menerapkan pencatatan kas sederhana tanpa memisahkan Harga Pokok Penjualan, biaya operasional, dan laba bersih, sehingga pemilik kesulitan menentukan target penjualan yang realistis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi struktur biaya, menghitung margin kontribusi, serta menentukan Break-Even Point (BEP) sebagai dasar perencanaan laba mitra. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data biaya serta penjualan selama April–Mei. Data dianalisis menggunakan perhitungan BEP untuk masing-masing dari empat produk representatif (rokok, gula, beras 5kg, dan LPG 3kg) secara individual berdasarkan margin kontribusi per unit dan alokasi biaya tetap secara proposional pada tiap produk, kemudian hasilnya dijumlahkan untuk memperoleh BEP total toko. Hasil analisis menunjukkan total biaya tetap sebesar Rp5.000.000 per bulan dengan rasio margin kontribusi 13,88%, sehingga titik impas usaha berada pada penjualan Rp34.804.904 per bulan, setara dengan 37 unit gabungan keempat produk per hari. Produk beras 5 kg memberikan margin kontribusi per unit terbesar. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi pemisahan pencatatan HPP dan biaya operasional serta penggunaan BEP sebagai acuan target penjualan, sehingga Toko Salsabil dapat mengelola keuangannya secara lebih terukur dan profesional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Joyce Michelle Tania, David Aditya Putra , Asadullah Khoir Uddin, Daffa Alkautsar W.K, Sumaryanto Sumaryanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





